Perkuat Budaya Outcome-Based Education, LPMPP UPN Veteran Yogyakarta Dampingi FP dan FEB dalam Penyusunan RPS Berbasis OBE
Yogyakarta, 10 Juni 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UPN "Veteran" Yogyakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Outcome-Based Education (OBE) dan Sosialisasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis OBE pada Rabu (10/6) di Ruang Seminar Akuntansi FEB. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB tersebut dihadiri oleh para Koordinator Program Studi, tim kurikulum, serta dosen dari berbagai program studi di lingkungan FEB dan FP. FGD ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UPN "Veteran" Yogyakarta dalam memperkuat implementasi kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education) guna mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kesiapan program studi menghadapi akreditasi nasional maupun internasional. Materi disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran LPMPP UPN "Veteran" Yogyakarta, Herlina Jayadianti.
Dalam paparannya, Kapus PP LPMPP menekankan bahwa konsistensi implementasi OBE menjadi salah satu aspek penting yang selalu menjadi perhatian asesor saat proses akreditasi dan asesmen lapangan. Menurutnya, Rencana Pembelajaran Semester (RPS) merupakan salah satu dokumen akademik yang memiliki peran strategis dalam menunjukkan implementasi OBE di tingkat mata kuliah. Oleh karena itu, penyusunan RPS tidak hanya harus memenuhi ketentuan administrasi, tetapi juga mampu menunjukkan keterkaitan yang jelas antara capaian pembelajaran, strategi pembelajaran, serta metode asesmen yang digunakan.
"Pertanyaan yang sering muncul saat asesmen lapangan adalah sejak kapan OBE diterapkan dan bagaimana konsistensi pelaksanaannya. Karena itu, implementasi OBE harus dapat dibuktikan melalui dokumen dan praktik pembelajaran yang berjalan secara nyata," jelasnya. Dalam sesi sosialisasi, peserta juga mendapatkan penyamaan persepsi mengenai terminologi yang digunakan dalam OBE. Program Educational Objectives (PEO) dipadankan dengan Profil Lulusan (PL), Program Learning Outcomes (PLO) dipadankan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), sedangkan Course Learning Outcomes (CLO) setara dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Penyelarasan istilah tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan kurikulum yang selaras dengan standar internasional. Selain itu, disampaikan pula sejumlah pembaruan terkait pengelolaan kurikulum pada Sistem Nakula. Saat ini, peran admin program studi telah terintegrasi dalam akun Koordinator Program Studi (Korprodi), sehingga proses pengelolaan data kurikulum, CPL, dan RPS dapat dilakukan secara lebih efektif. Sistem juga telah mengakomodasi sebelas komponen wajib RPS yang harus dilengkapi oleh dosen sebagai bagian dari standar mutu pembelajaran.
Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan terkait penyusunan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Salah satu pertanyaan yang mengemuka adalah mengenai jumlah ideal Profil Lulusan untuk program magister. Dalam tanggapannya, Herlina menjelaskan bahwa tidak terdapat ketentuan mengenai jumlah minimal maupun ideal Profil Lulusan. Program studi dapat menetapkan profil lulusan sesuai tracer study program studi. Selain itu, dijelaskan pula bahwa Profil Lulusan menggambarkan peran dan karakter lulusan yang diharapkan, sedangkan CPL merupakan rincian kemampuan yang harus dicapai mahasiswa sebagai bentuk operasional dari profil tersebut. Baik PL maupun CPL bersifat dinamis dan perlu disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, serta hasil tracer study.
FGD ini menghasilkan kesepahaman bahwa implementasi OBE harus diwujudkan secara sistematis melalui kurikulum, CPL, CPMK, RPS, serta proses pembelajaran yang berorientasi pada capaian. Dengan penguatan kapasitas tim kurikulum dan dosen melalui kegiatan semacam ini, FEB dan FP UPN "Veteran" Yogyakarta diharapkan semakin siap menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan global.
***