Pendampingan LPMPP sebagai Penguat Implementasi OBE Agroteknologi Menuju Akreditasi Internasional ASIIN
UPN “Veteran” Yogyakarta — Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan penyusunan dan penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Ruang Seminar Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis jurusan dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional ASIIN.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Jurusan Agroteknologi Dr. Ir. Bambang Supriyanta, S.P., M.P., Koordinator Program Studi S1 Agroteknologi Dr. Ir. Tuti Setyaningrum, M.Si., Koordinator Program Studi S2 Agroteknologi Dr. Ir. Rr. Rukmowati Brotodjojo, M.Agr., serta seluruh jajaran dosen Agroteknologi. Kehadiran pimpinan dan dosen secara menyeluruh mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kurikulum yang unggul, relevan, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
Sebagai bentuk penguatan implementasi OBE pada Jurusan Agroteknologi, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UPN “Veteran” Yogyakarta untuk melakukan pendampingan secara langsung dalam penyusunan kurikulum. Dalam kegiatan ini, LPMPP diwakili oleh Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran LPMPP UPN “Veteran” Yogyakarta, Herlina Jayadianti, yang memberikan penguatan konseptual sekaligus panduan praktis terkait penerapan OBE dalam kurikulum dan pembelajaran. Dalam pemaparannya, LPMPP menegaskan bahwa OBE bukan sekadar pendekatan administratif dalam penyusunan dokumen kurikulum, melainkan sebuah paradigma pembelajaran yang menempatkan capaian pembelajaran lulusan (CPL) sebagai orientasi utama seluruh proses pendidikan. Mulai dari perumusan CPL, pemetaan ke CPMK dan sub-CPMK, pemilihan metode pembelajaran, hingga asesmen dan evaluasi, seluruh komponen harus disusun secara selaras (constructive alignment) dan dapat dibuktikan melalui eviden yang terukur.
Pendampingan LPMPP juga menekankan pentingnya konsistensi implementasi OBE dalam mendukung persiapan akreditasi internasional ASIIN. ASIIN menuntut kejelasan profil lulusan, relevansi kurikulum dengan kebutuhan pemangku kepentingan, serta adanya mekanisme evaluasi dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Oleh karena itu, penguatan kurikulum Agroteknologi tidak hanya difokuskan pada penyempurnaan struktur kurikulum, tetapi juga pada kesiapan pelaksanaan di tingkat mata kuliah, termasuk penyusunan RPS OBE, penerapan metode pembelajaran berbasis Case-Based Learning (CBL) dan Project-Based Learning (PBL), serta penggunaan rubrik asesmen yang transparan dan akuntabel. Diskusi yang berlangsung secara interaktif memberikan ruang bagi para dosen untuk melakukan refleksi terhadap kurikulum yang telah berjalan, mengidentifikasi kesenjangan antara perencanaan dan capaian pembelajaran, serta merumuskan strategi peningkatan mutu secara sistematis. Pendekatan ini sejalan dengan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang menjadi fondasi sistem penjaminan mutu internal dan menjadi perhatian penting dalam akreditasi internasional.
Lebih lanjut, penguatan OBE dalam kurikulum Agroteknologi juga diarahkan pada integrasi isu-isu strategis pertanian modern, seperti pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, adaptasi perubahan iklim, dan pemanfaatan teknologi dalam sistem produksi pertanian. Dengan demikian, lulusan Agroteknologi diharapkan memiliki kompetensi akademik dan profesional yang seimbang, kemampuan berpikir kritis dan analitis, keterampilan komunikasi dan kerja tim, serta etika dan tanggung jawab sosial yang selaras dengan standar internasional ASIIN.
Kegiatan penyusunan dan penguatan kurikulum OBE melalui pendampingan LPMPP ini menjadi tonggak penting dalam transformasi akademik Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta. Melalui kolaborasi yang erat antara jurusan dan LPMPP, diharapkan OBE dapat terimplementasi secara konsisten dan berkelanjutan, tidak hanya sebagai dokumen kurikulum, tetapi sebagai praktik nyata dalam proses pembelajaran. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Agroteknologi UPN “Veteran” Yogyakarta dalam mewujudkan pendidikan tinggi pertanian yang bermutu, adaptif, dan berdaya saing global.