Workshop Mekanisme Akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025
Pada Senin, 29 Juni 2026, LPMPP UPN “Veteran” Yogyakarta menghadiri undangan acara Workshop Mekanisme Akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dihadiri oleh Kapus Penjaminan Mutu Eksternal, Dian Indri Purnamasari. Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA. yang menyampaikan pentingnya proses akreditasi baik Nasional, maupun Internasional. Beliau menyampaikan progres pencapaian akreditasi secara Nasional, khususnya Internasional yang menunjukkan peningkatan signifikan di tahun 2025-2026 ini. Mutu adalah suatu habitus yang harus menjadi bagian kinerja sehingga mengkontruksi identitas dan kualitas kita yang sesungguhnya, bukan hanya sekedar data dan angka, akan tetapi bagaimana kualitas pendidikan yang didukung seluruh sivitas akademika yang saling berkompetisi dengan sehat, bukan sekedar memanipulasi angka dan data. Beliau juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja keras dari para pejabat di level Departemen, Fakultas, dan berbagai pihak lainnya.
Sesi workshop pada hari ini jam 09.00-12.00 WIB bertempat di Ruang Multimedia 1 Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada, diisi oleh:
- Ari Purbayanto, Ph.D. (Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT)
- Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T. (Anggota Dewan Eksekutif BAN-PT)
- Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA (Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas), selaku moderator
Pada sesi 1, Prof. Ari Purbayanto, Ph.D. menyampaikan beberapa hal terkait dinamika BAN PT dan perkembangan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang sampai tahun 2025 telah ada 9 LAM berbagai disiplin ilmu. Perubahan lanskap pendidikan tinggi, sebagai akibat disrupsi dan globalisasi membuat makna akreditasi mengalami perubahan, yang bukan lagi sekedar syarat administratif, melainkan bukti nyata daya saing bangsa di panggung global. Beliau juga menyampaikan transformasi standar dan kriteria instrumen akreditasi yang telah tersistem sinkronisasi dengan berbagai sistem yang telah ada, antara lain PDDikti dan Sinta, yang dianalogikan mirip aplikasi Coretax di bidang perpajakan.
Sesi 2, Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T. menyampaikan bahwa automasi tidak sama dengan otomasi (perpanjangan otomatis), akan tetapi dilakukan pemantauan lewat data PDDikti, yang kemudian ditetapkan BAN-PT dan LAM. Adapun terkait CPL, disampaikan beberapa mencakup kompetensi, yaitu: (1) Penguasaan Ilmu dan Teknologi, (2) Kecakapan Umum, (3) Kebutuhan Dunia Kerja, dan (4) Kemampuan Intelektual, yang terukur. Adapun fokus SPMI terdiri dari 4 kriteria, yaitu: budaya mutu, relevansi, akuntabilitas, dan diferensiasi mutu. Beliau juga mengingatkan PT dan UPPS untuk tidak hanya memperhatikan dokumen, semacam sertifikat, akan tetapi bagaimana dengan prosesnya, misal kejuaraan internasional, dimulai dari keberadaan lomba, mekanisme pendaftaran dan proses seleksi, bagaimana pembiayaan, yang menjadi satu rangkaian kegiatan utama. Dan mengingatkan pentingnya validitas data pada PDDikti yang merupakan data hasil unggahan PT, sehingga apabila ada yang salah atau tidak benar, PT yang wajib melakukan perbaikan melalui unggahan yang benar.
Workshop ditutup dengan tanya jawab dan bagaimana mekanisme teknis pelaksanan pada sistem aplikasi SAPTO2 yang berbeda dengan sistem sebelumnya. Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA selaku Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas) dan moderator kembali menyampaikan pentingnya SPMI melaksanakan siklus PPEPP yang tidak hanya berupa dokumentasi, akan tetapi menjadi budaya yang dilaksakan dengan penuh kesadaran mutu, tidak hanya sekedar pemenuhan proses akreditasi.