“Ginong Prati Dino: Menata Mutu, Menjemput Reputasi Global UPN ‘Veteran’ Yogyakarta”
Yogyakarta 21 Januari 2026, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan strategis di Ruang Lantai 1 Gedung Rektorat. Kegiatan ini menjadi forum reflektif sekaligus akseleratif dalam upaya mendorong UPN “Veteran” Yogyakarta menuju universitas bereputasi global. Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas, Universitas Gadjah Mada. Acara ini dihadiri oleh Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Dr. Dra. Machya Astuti Dewi, M.Si, Kepala LPMPP Barlian Dwinagara beserta seluruh jajaran, serta pimpinan unit strategis universitas. Kegiatan ini menegaskan bahwa agenda reputasi global bukan sekedar wacana, melainkan bagian dari komitmen kelembagaan yang terintegrasi.
Dalam paparannya, Prof. Indra menegaskan bahwa reputasi perguruan tinggi tidak lahir dari klaim internal, melainkan ditentukan oleh penilaian pihak eksternal yang independen, terutama melalui sistem pemeringkatan internasional yang kredibel. Reputasi global, menurutnya, merupakan refleksi langsung dari kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Prof. Indra mengulas secara komprehensif lanskap pemeringkatan perguruan tinggi dunia, mulai dari QS World University Rankings, Times Higher Education (THE), Academic Ranking of World Universities (ARWU), Webometrics, hingga UI Green Metric. Setiap sistem pemeringkatan memiliki fokus dan indikator yang berbeda, namun seluruhnya bermuara pada satu pesan utama: mutu akademik, dampak riset, kualitas lulusan, internasionalisasi, serta keberlanjutan menjadi faktor kunci dalam membangun reputasi global.
Dalam konteks Indonesia, Prof. Indra memaparkan perjalanan panjang keterlibatan perguruan tinggi nasional dalam pemeringkatan global sejak tahun 2004. Ia menyoroti dinamika pro dan kontra yang menyertainya. Di satu sisi, pemeringkatan dipandang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan visibilitas internasional, memperluas jejaring kerja sama, dan menarik mahasiswa serta mitra global. Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa fokus pada peringkat dapat menggeser orientasi utama perguruan tinggi dari pengabdian kepada masyarakat. Namun, Prof. Indra menegaskan bahwa keduanya tidak harus dipertentangkan; justru dapat disinergikan secara cerdas dan berkelanjutan.
Paparan kemudian mengerucut pada indikator-indikator utama QS World University Rankings, seperti academic reputation, employer reputation, citations per faculty, international research network, hingga sustainability. Prof. Indra menjelaskan bahwa reputasi akademik dan reputasi lulusan diperoleh melalui survei global yang ketat, melibatkan ratusan akademisi dan praktisi internasional, dengan mekanisme informed consent yang transparan. Oleh karena itu, pengelolaan data, jejaring alumni, serta hubungan dengan industri menjadi sangat strategis dalam membangun persepsi global yang positif
Selain QS, Prof. Indra juga mengulas THE Impact Ranking yang berbasis pada kontribusi perguruan tinggi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Penilaian ini tidak hanya mengukur kinerja riset, tetapi juga dampak nyata pendidikan dan kebijakan institusi terhadap masyarakat dan lingkungan. Bukti kegiatan, dokumentasi, dan publikasi berbasis SDGs menjadi elemen penting dalam penilaian ini, sekaligus membuka ruang bagi universitas untuk menunjukkan peran sosialnya secara global.
Menariknya, Prof. Indra juga menyampaikan program yang telah dijalankan UGM, mulai dari pengelolaan data mahasiswa dan dosen secara terpusat, penguatan program internasional, peningkatan kolaborasi riset global, hingga insentif publikasi bereputasi. Semua program tersebut dirancang dalam satu kerangka continuous improvement, di mana mutu dijaga melalui siklus evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Menutup paparannya, Prof. Indra menyampaikan pesan kunci yang menjadi penanda reflektif kegiatan ini, yakni “Ginong Prati Dino” — hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini. Pesan ini menegaskan bahwa reputasi global bukanlah tujuan instan, melainkan hasil dari konsistensi, tata kelola mutu yang kuat, serta komitmen kolektif seluruh sivitas akademika.
Kegiatan LPMPP ini menjadi momentum penting bagi UPN “Veteran” Yogyakarta untuk meneguhkan arah strategis pengembangan mutu dan reputasi. Lebih dari sekadar memahami indikator pemeringkatan, forum ini menanamkan kesadaran bahwa mutu, reputasi, dan keberlanjutan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam perjalanan menuju universitas bereputasi global.