LP3M Universitas Perjuangan Tasikmalaya Lakukan Benchmarking ke LPMPP UPN “Veteran” Yogyakarta, Perkuat Sinergi Penjaminan Mutu
Yogyakarta, 14 April 2026 — Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi terasa di Lantai 3 Gedung Rektorat UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY), tepatnya di kantor Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran(LPMPP). Pada hari ini, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LP3M) Universitas Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya melaksanakan kegiatan benchmarking sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran lengkap tim LP3M UNPER Tasikmalaya, dipimpin langsung oleh Kepala LP3M, Ibu Dwi Wijayanti, Ph.D. Turut hadir Sekretaris LP3M, Bapak Kusuma Agdhi R, M.M, Bidang Pengembangan Pembelajaran Bapak Deni Chandra, M.Pd, Bidang Audit Mutu Internal (AMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Ibu Apt. Nitya Nurul F, M.Farm, Bidang Akreditasi Ibu Nita Fauziah O, M.M, serta Bidang Administrasi Bapak Rizki Febriansyah, S.Kom.
Kedatangan rombongan LP3M UNPER disambut oleh Kepala LPMPP UPNVY, Bapak Barlian Dwinagara, bersama Sekretaris LPMPP Mofit Eko Poerwanto. Hadir pula para Kepala Pusat, yakni Kapus Penjaminan Mutu Internal (PMI) Johan Danu Prasetya, Kapus Akreditasi Internasional (AI) Aldin Ardian, Kapus Pengembangan Pembelajaran (PP) Herlina Jayadianti, serta Kapus Bela Negara (BN), Hari Kusuma Satria Negara.
Dalam sambutannya, Kepala LPMPP UPNVY, Barlian Dwinagara, tidak hanya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut, tetapi juga memaparkan capaian strategis UPNVY dalam bidang penjaminan mutu. Ia menjelaskan bahwa UPN “Veteran” Yogyakarta telah berhasil meraih akreditasi perguruan tinggi (APT) dengan predikat Unggul, yang menjadi bukti komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu satu tahun terakhir, UPNVY juga berhasil mendorong capaian akreditasi unggul pada 10 program studi. Menurutnya, pencapaian ini tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh unit, konsistensi dalam penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta penguatan budaya mutu di lingkungan kampus. Kepala LPMPP UPNVY juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut didukung oleh implementasi siklus PPEPP yang berjalan efektif, pengelolaan data yang baik, serta sinergi antar unit dalam menjaga standar mutu.
Sementara itu, Kepala LP3M UNPER Tasikmalaya, Ibu Dwi Wijayanti, Ph.D, menjelaskan bahwa LP3M sebagai unsur pelaksana akademik memiliki peran strategis dalam melaksanakan, mengoordinasikan, memantau, dan mengevaluasi kegiatan pengembangan pembelajaran serta penjaminan mutu di lingkungan universitas. Oleh karena itu, kegiatan benchmarking ini menjadi langkah penting untuk memperkaya perspektif dan strategi implementasi di UNPER.
“Kami melihat bahwa LPMPP UPNVY memiliki pengalaman dan sistem yang baik dalam pengelolaan penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran. Harapannya, kami dapat belajar banyak hal yang dapat diadaptasi dan diimplementasikan di Unper,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai topik yang dibahas secara mendalam, mulai dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), strategi peningkatan akreditasi, hingga inovasi dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dan pendekatan Outcome-Based Education (OBE).
Kapus PMI UPNVY, Johan Danu Prasetya, memaparkan bagaimana siklus PPEPP dijalankan secara konsisten untuk memastikan mutu pendidikan tetap terjaga. Ia juga menekankan pentingnya komitmen seluruh sivitas akademika dalam menjalankan sistem mutu secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Kapus Akreditasi Internasional, Aldin Ardian, membagikan strategi dalam menghadapi akreditasi internasional, termasuk pentingnya kesiapan dokumen, penguatan kurikulum berbasis outcome, serta kolaborasi global. Ia juga menyoroti peran penting lembaga akreditasi internasional seperti Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) dalam meningkatkan pengakuan global program studi, khususnya di bidang teknik dan rekayasa. Selain itu, dibahas pula bagaimana capaian akreditasi internasional tidak hanya berdampak pada kualitas akademik, tetapi juga berkontribusi terhadap branding kampus di tingkat global. Dengan pengakuan internasional, institusi memiliki nilai tambah dalam menarik mahasiswa asing, memperluas jejaring kerja sama, serta meningkatkan reputasi di kancah pendidikan tinggi dunia.
Menambah diskusi, Kapus Bela Negara UPNVY, Hari Kusuma Satria Negara, memaparkan tentang implementasi nilai-nilai bela negara sebagai ciri khas UPN “Veteran” Yogyakarta. Paparan BN memberikan perspektif baru bagi tim LP3M Unper, bahwa penjaminan mutu tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan administratif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari capaian pembelajaran.
Sementara itu, Kapus Pengembangan Pembelajaran, Herlina Jayadianti, menjelaskan berbagai inovasi yang telah dilakukan LPMPP UPNVY dalam mendukung kualitas pembelajaranyakni penerapan Outcome-Based Education (OBE), yang menekankan pada pencapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL) secara terukur dan terstruktur. Dalam pendekatan ini, perencanaan kurikulum, proses pembelajaran, hingga asesmen dirancang secara selaras untuk memastikan mahasiswa benar-benar mencapai kompetensi yang diharapkan.
Tim LP3M UNPER menunjukkan antusiasme tinggi terhadap berbagai praktik baik yang dipaparkan, termasuk capaian APT Unggul, keberhasilan akreditasi program studi, penerapan OBE, hingga integrasi nilai bela negara dalam sistem pendidikan. Diskusi pun berkembang pada strategi implementasi, tantangan di lapangan, serta upaya membangun budaya mutu yang berorientasi pada hasil (outcome) dan karakter. Tidak hanya sekadar berbagi informasi, kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi bersama untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi.
Kegiatan benchmarking ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kedua institusi, khususnya dalam memperkuat sistem penjaminan mutu yang adaptif terhadap perubahan dan tantangan global. Penjaminan mutu yang baik tidak hanya berorientasi pada pencapaian akreditasi, tetapi juga pada peningkatan kualitas lulusan yang unggul secara kompetensi dan berkarakter kebangsaan. Ke depan, sinergi antar perguruan tinggi seperti ini diharapkan dapat terus ditingkatkan. Kolaborasi dalam bentuk pertukaran pengetahuan, pengembangan program bersama, hingga riset kolaboratif menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul.
Dalam penutupnya, Ibu Dwi Wijayanti, Ph.D menyampaikan harapan agar hasil dari kegiatan benchmarking ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan LP3M UNPER Tasikmalaya. “Apa yang kami pelajari di LPMPP UPNVY hari ini semoga dapat memberikan kebaikan dan manfaat bagi UNPER, begitu pula sebaliknya. Kami percaya bahwa melalui kolaborasi dan saling berbagi, kita dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia,”tuturnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menjalin kerja sama di masa mendatang.